Kenyataan Pahit

tumblr_m9thyt8vO61rd9fqyo1_500

saat itu, secara tiba-tiba aku dikagetkan oleh beberapa dari mereka yg meminta maaf kepadaku dgn alasan yang tidak jelas. akhirnya, aku pun memutuskan untuk mencari tahu apa yg sebenarnya mereka lakukan padaku. setelah semua masalah itu terbongkar, hanya amarah dan emosi yg meluap-luap yg bisa aku lontarkan kepada mereka bagaimana perasaan dan sakitnya hati ini melihat kalimat-kalimat bejat yg ditujukan kepadaku di sosial media saat itu. entah apa yg meracuni pikiran mereka, shg membuatnya melakukan hal yg begitu menyakitkan dan membuatku menjauh dari semua yg ada di tempat itu. Ya rabbi!

Andaikan mereka tahu, tajamnya pedang yg digoreskan ke kulit masih bisa terobati lalu sembuh. namun, tajamnya mulut yg digoreskan ke hati, siapa yg bisa mengobati ? segampang itukah, aku akan melupakan itu semua. TIDAK akan pernah. hingga detik ini pun, aku slalu memanjatkan doa kepada Allah agar dihilangkan semua kalimat-kalimat itu dari benakku. sungguh, aku tidak ingin dendam terus ada dalam hati ini. sulit rasanya saat melihat wajah-wajah mereka yg berada di hadapanku.

sungguh sakit sekali batin ini, ada perasaan ingin membalas perbuatan mereka satu per satu dengan tangan dan mulut ini sendiri. namun, subhanallah aku bersyukur yg tiada tara kepada Allah yg telah menenangkan hati ini dan melarang jiwa ini untuk melakukan hal semacam itu. mulai saat itulah, aku slalu berusaha untuk menjaga setiap kata yg terlontar dari mulut ini kepada orang lain agar tidak menyakiti atau menyinggung mereka. ya rabbi, apa yg harus aku lakukan ? akankah kesalahan mereka tidak akan pernah termaafkan selamanya ? meski hingga hari ini, aku slalu berusaha untuk menjalin kembali hubungan silaturahmi kami yg dulu sempat terputus karna hal konyol itu ? Wallahu’alam. aku selalu ingin yg terbaik yg menurut Allah baik bagi hidup dan diriku sendiri.

Aku yg tak pernah bersalah kepada mereka namun mereka mengkhianati kepercayaanku kpd mereka sbg orang yg baik, ternyata memukulku dari belakang. menggores hati ini dengan mulut mereka, dengan tulisan mereka. seakan-akan aku telah dimangsa oleh seekor harimau buas, dikunyah hingga halus, dan ditelannya dalam-dalam. sungguh, aku tak ingin mencari musuh, mereka semua suadaraku semuslim, tak mungkin aku memakan bangkai saudaraku sendiri yang telah mati karna aku menggunjing mereka. aku hanya hamba yg tak berdaya, yg slalu menerima ujian darimu, hanya memohon ampun dan memohon kekuatan hati dan jiwa untuk menghilangkan semua memori itu. memori terpahit yg pernah aku punya dalam hidupku !

Astaghfirllahul’adziim…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s