Bernaung Dalam Titah Allah عز و جل

aqidah-ppm-miftahul-khoir

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Ya ikhwa fillah, kayfa halukum? thoyyib? bahagia rasanya saat bisa kembali berbagi cerita dengan antum sekalian. Melalui berbagai media, kita bisa dan mampu bercerita sekaligus berdakwah, saling mengingatkan antar muslim. Terutama mengenai musibah yang melanda kita dewasa ini. Pergaulan bebas remaja yang semakin menjamur. Kemaksiatan yang jelas berujung pada zina, dsb.Jika kita perhatikan fenomena saat ini, mereka yang ‘katanya’ bersahabat dan bergaul dalam kehidupan sehari-hari sering menganggap remeh dalam tata cara bergaul. Secara spontan misalnya, mereka bersentuhan tangan (kontak kulit), bersalaman tanda persahabatan, bergandengan, berpelukan, yang mereka anggap itu merupakan hal wajar karna mereka bersahabat. Tanpa mereka sadari, bahwa yang disentuhnya itu adalah lawan jenis yang bukan mahromnya. Telah ditegaskan dalam sebuah hadist, “Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya”.(Hadits Shohih Riwayat. Ar-Ruyany dalam Musnadnya no.1282, Ath-Thobrany 20/no. 486-487 dan Al-Baihaqy dalam Syu’abul Iman no. 4544). Itu artinya menyentuh/berjabat tangan dengan non-mahrom adalah dosa besar.

Peraturan dalam Islam tak pernah memberatkan umatnya sedikitpun, namun peraturannya yang tak boleh kita langgar justru menyelamatkan kita dari jurang kemaksiatan. I love my God, Allah ‘azza wa jalla so much. If you do love Allah too, just obey with that regulation. Bergaul dengan lawan jenis bukanlah suatu hal yang tercela dan terlarang, namun ada baiknya kita membatasi dan membentengi diri dalam pagar beton akidah. Bergaullah kita dalam bingkai islam. Demi kepentingan bersosialisasi, kita perlu memiliki keterampilan dalam bergaul. Termasuk dengan lawan jenis. Namun, islam mengatur dan membatasi bagaimana bergaul dengan lawan jenis. Seperti, tidak berduaan (berkhalwat) dengan lawan jenis yang bukan mahrom kita, karna selain menimbulkan syahwat juga akan menimbulkan fitnah. Selanjutnya. tdak bergandengan tangan, tidak cipika cipiki, menjaga jarak yang ideal. Bagi wanita, wajib menutup aurat, tidak berbicara mendesah terlebih jika bertujuan agar menarik perhatian kaum pria. Otomotis, hati akan terjaga dan insya Allah kita akan dijauhkan dari kemaksiatan dan zina.

Saya yakin, remaja dewasa ini tidak buta. Tidak buta telinga, tidak buta mata, dan tidak buta hati. Insya Allah. Begitu menjamur dakwah para ulama yang bertopik ZINA. Cinta, nafsu dan zina adalah 3 hal yang begitu erat kaitannya. Mengapa sebabnya Islam melarang kita berpacaran? Lalu apa itu pacaran? Apakah zina slalu berawal dari pacaran? Is that normal for the young people such us?

Orang bilang bahwa pacaran adalah fenomena kehidupan yang normal dan biasa bagi para remaja. Pacaran berawal dari rasa suka dan kasih sayang terhadap lawan jenis. Namun, bersiaplah dengan berbagai konsekuensi yang akan kalian terima. Semakin sering berpacaran, maka semakin dekat kita membawa diri pada jurang keburukan. Pacaran memang tidak slalu berujung pada zina, namun zina slalu berawal dari pacaran. Wa laa taqrobuz zina. Allah menegaskan dalam Al-Qur’an, janganlah mendekati zina, karna zina adalah suatu jalan yang buruk.

Mencintai seseorang yang belum halal bagi kita, cukup sekedarnya saja. Karna jika suatu hari ia meninggalkanmu, maka tidak akan menimbulkan kehilangan yang teramat sangat dan tak akan membuatmu sakit. Namun, bencilah seseorang sekedarnya juga karna bisa saja akan menimbulkan benih cinta dalam hatimu. Bingkailah cintamu untuk yang pasti saja. Untuk dia yang kelak akan menjadi kekasih sepanjang hidupmu, pasangan halalmu. Pacaran merupakan hal berstigma negatif di mata khalayak. Yes, indeed!. Karna orang pacaran identik dengan mereka yang berduaan di bawah pohon. Apalagi pohon beringin, wkwk. berada di tempat yang bercahaya redup, di tempat sepi, dan bermesra ria. Na’udzubillah. Hilangkah iman dalam hati mereka? Malu adalah sebagian dari iman. Tidakkah mereka malu bermesraan dengan lawan jenis non mahromnya? Tak perlu pacaran, karna Allah telah mengaturnya dalam lauhil mahfudz. You don’t need to be worry. Mungkin pada awalnya bisa saling jaga diri, namun? what’s coming up? perasaan dua insan yang sedang jatuh cinta, biasanya ingin slalu dekat dan intim. Ini yang harus kita hindari.

Sometimes, dalam mengamalkan syariat islam kita dihadapkan pada rintangan yang begitu besar. Kita dianggap kolot, alay, tidak modern, primitif karna bertolak belakang dengan opini mereka terkait dengan pacaran. Justru disitulah letak kekuatannya, goyahkah iman kita saat begitu banyak godaan mengepung diri? Memang, kita berada pada zaman dimana remaja sedang krisis akidah. Namun, berpeganglah pada prinsip dan keyakinan kita. Ajak mereka untuk menerapkan konsep hidup dan bergaul islami, tapi tetep keren dan gaul. Tetaplah berbaur dan tak menutup diri, termasuk dengan lawan jenis. Sulit memang, namun beristiqamahlah dalam menyebarkan nilai-nilai islam. Termasuk, bagaimana tentang cinta dalam islam. Jika kau mencintai seseorang, jaga namanya dalam doa, karna Allah Maha menjaga hati hamba-Nya. Maha membolak-balik hati manusia. Tak perlu sering bertemu apalagi berdekatan hanya untuk mencari rasa nyaman, damai, dan tentram.Karna rasa nyamanmu yang sejati hanya akan timbul saat engkau berinteraksi dengan Sang Khaliq atau kelak dengan kekasih halalmu. Rasa nyaman yang timbul dari dia yang bukan pasangan halalmu justru berpotensi besar menimbulkan syahwat dan menimbulkan keinginan bermaksiat.Mohonlah kekuatan iman agar dapat mengkontrol perasaanmu.

Cinta merupakan anugerah yang Allah SWT beri terhadap setiap hamba-Nya. Setiap insan pastilah pernah merasakan bagaimana jatuh cinta terhadap lawan jenis. Falling in Love is a prettiest thing we ever felt. Namun, kembali lagi bagaimana kita sebagai manusia dengan lemahnya iman mampu menahan perasaan itu hingga tepat dan indah pada waktunya. Kita wajib membingkai rasa cinta untuk dipersembahkan kepada pasangan halal kita, kekasih sepanjang hidup kita. Kita hanya mampu mencintai dalam diam dan menyapanya dalam doa, menjaga dan menyebut namanya dalam doa. Cinta datang bukan karna dorongan nafsu. Jika cinta didasarkan pada nafsu, maka ia takkan mendatangkan kebahagiaan dan ketentraman pada jiwa. Mencintai seseorang dalam cara yang Allah ridhoi, percayalah bahwa kebahagiaan tengah menunggumu di masa mendatang dan di waktu yang indah. Everything will be..will be awesome in the proper time. Trust me.

Mari menjaga diri. Mari bergaul dengan tata cara yang telah ditegaskan dalam islam, melalui Al-Qur’an maupun hadist. Mari berserah diri, memperbaiki diri, menahan dan berperang melawan hawa nafsu. Bersemengatlah dalam menyebarkan nilai-nilai islam di kalanganmu. Berusahalah agar kau tetap kuat iman pada zaman dewasa ini. Semoga Allah senantiasa melindungi kita dan memudahkan kita dalam meraih ridho-Nya. Wallahua’lam bisshawab.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

“Oh Allah, you are my pure love.. Karena ridho Allah yang kita cari dari setiap cinta maka cintailah si dia dengan cara yang Allah ridho, semoga ridho Allah pula yang menyatukan”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s