PORASMA? PEKAN OLAHRAGA ATAU PEKAN EKSISTENSI?

15276682_225667311209121_9152461894869581824_n
Arista Diffauri (Part of Myth SMANSA ’17)

Porasma (Pekan Olahraga SMANSA) merupakan agenda olahraga tahunan SMANSA Sumenep yang sekaligus menjadi penutup kegiatan belajar mengajar di semester gasal. Dengan berbagai cabang olahraga yang siap dilombakan, hal ini diharapkan mampu mengasah kemampuan fisik para peserta didik serta membangun mentalitas seorang pejuang sejati di lapangan. Sangat penting bagi para partisipan untuk menyisipkan nilai-nilai sosial ke dalam sebuah pertandingan agar tetap menunjang prestasi di lapangan.

 Porasma bukan sebuah agenda untuk unjuk jersey siapa yang paling bermerk, bukan pula tentang banner siapa yang harus berada di posisi paling atas, atau bahkan saling unjuk kekuatan dalam menindas junior karna terlalu mendewakan senioritas. Porasma hadir sebagai ujian kedewasaan dalam berpikir, bertindak, dan berucap.

Siapa kau yang berani membusungkan dada lalu berteriak aku adalah seniormu? Siapa kau yang dengan lugunya membiarkan diri sendiri terperangkap dalam intimidasi para senior? Bukankah porasma hadir dengan kesempatan yang sama bagi para partisipan untuk unjuk kemampuan secara sportif di lapangan? Mampukah kita mewujudkan salah satu misi SMANSA yang berbunyi “Mengembangkan sikap dan kepribadian yang santun, beretika dan memiliki estetika tinggi”?.

Jerseymu, bendera kelasmu, sorak-sorai anggotamu ketika pertandingan, akan bermakna nihil ketika karakter tak lagi sesuai dengan akidah dan nafas-nafas pancasila. Eksistensi yang ingin kau raih dengan membungkam lawan menggunakan caci dan maki, melirik tajam tanda menindas, hanyalah obsesi jiwa yang sesat dan kosong.

Berhentilah menabuh gendang pertarungan hingga suaranya terdengar beringas ke angkasa. Jangan biarkan porasma kita mengalami pergeseran makna karna tindakan-tindakan anarki yang sama sekali tidak menunjukkan kedewasaan. Jangan sampai terkesan centang-perenang antara tujuan porasma dengan sikap para partisipannya.

Kemenangan ada untuk mereka yang padat akan formasi, sanggup sportif dalam bertanding, yang paham apa tujuan porasma, serta menghargai keberagaman. Di beberapa dekade mendatang, ketika kita semua telah merebak ke segala penjuru,  tidak akan ada yang mengingat pasti tanggal dan hari berlangsungnya porasma atau jersey siapa yang paling bermerk dan glamor. Yang tersisa hanyalah sepotong ingatan tentang siapa yang paling menikmati proses dengan tenang dan santai,yang tawaddhu’ dan berperangai ramah, tak gusar karna khawatir tak bisa eksis di kalangannya, serta yang berhasil menutup jurang antara senior dan junior.

Selamat datang Pekan Olahraga SMANSA 2016! Selamat bertanding, semoga ridho Allah Jalla Jalaluhu senantiasa ada bersama SMANSA Sumenep.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s